Wisata Sejarah di Jakarta: Museum Jenderal Besar DR. A.H. Nasution

Tak jauh dari Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI Ahmad Yani juga terdapat museum lain yang berhubungan dengan peristiwa G30S/PKI yaitu Museum Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution. Jaraknya tak sampai 10 menit jika menggunakan sepeda motor dari rumah Pak Yani menuju ke rumah Pak Nas. Museum Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution terletak di Jalan Teuku Umar No. 40 Menteng, Jakarta Pusat. Dibandingkan dengan Rumah Pak Yani yang benar-benar berada di tengah kompleks perumahan, Rumah Pak Nas lebih mudah ditemukan karena posisinya berada di sebelah kiri jalan besar Teuku Umar.

Patung Torso Jenderal Besar A.H Nasution

Saat tiba dirumah Pak Nas, gue bersama empat orang pengunjung lain mendapatkan penjelasan dari Kapten (CAJ) Suroso dari Disjarhad TNI AD. Memasuki pintu depan rumah Pak Nas pengunjungi langsung di sambut oleh  patung torso Jenderal Besar A.H Nasution. Menurut saya pribadi yang membuat Museum Jenderal A.H Nasution ini menarik karena diorama yang menggambarkan peristiwa yang mirip dengan kejadian sesungguhnya. Continue reading “Wisata Sejarah di Jakarta: Museum Jenderal Besar DR. A.H. Nasution”

Advertisements

Wisata Sejarah di Jakarta: Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI Ahmad Yani

Perintah panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk memutar kembali film pengkhianatan G30S/PKI menjadi pemberitaan hangat di media akhir-akhir ini. Terlahir di generasi tahun 1995, membuat gue dan mungkin temen-temen lain seangkatan tidak pernah merasakan nonton film G30S/PKI yang dulunya diputar setiap tanggal 30 september sampai tahun 1997. Saking kepo nya akhirnya gue mendownload film G30S/PKI di youtube. Lumayan shock juga sih ternyata filmnya berdurasi 3:37:15 (524MB didownload pake kuota sendiri, demi Indonesia tercinta, bayangin aja). LUAR BIASA! Hal ini juga bikin penasaran, apakah emang film jaman dulu itu durasinya sepanjang itu? (just forget it)

Akhirnya setelah nonton film itu, ke-kepo-an gue semakin memuncak. Semakin pengen tau lokasinya langsung. Monumen Pancasila Sakti, Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI Ahmad Yani dan Museum Jenderal Besar A.H Nasution setidaknya itulah tiga tempat yang pengen gue kunjungin. Dan dari sinilah perjalanan gue menapaki jejak-jejak sejarah peristiwa G30S/PKI dimulai (tsaaaah). Perjalanan dimulai hari selasa (26/9/2017) gue dan Tiwi menuju ke Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Sampai disana ternyata Monumen Pancasila Sakti tutup (patah hati adek bang). Jadi for your information people, setiap seminggu sebelum peringatan Hari Pancasila Sakti, Momumen Pancasila Sakti selalu tutup yaitu dari tanggal 25 September – 1 Oktober. Karena adanya persiapan dan pensterilan lokasi untuk upacara tanggal 1 Oktober yang selalu dihadiri oleh RI1 dan pejabat penting lainnya setiap tahun. 1st place is failed. Lanjut ke tempat berikutnya Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI Jenderal Ahmad Yani.

Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI Ahmad Yani terletak di Jalan Lembang No. 67, Menteng, Jakarta Pusat. Kalo kalian berniat mengujungi tempat ini, jangan berharap bisa langsung menemukan lokasinya dipinggir jalan besar. Karena tempat ini dulunya merupakan rumah pribadi milik Pak Yani (bukan rumah dinas) jadi sampai sekarang lokasi masuk ke dalam kompleks perumahan, diapit rumah-rumah elit jadi sekitaran jalannya cenderung sepi.

Sesampainya disana kalian akan disambut oleh patung pak Yani lengkap dengan tulisan “Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI A. Yani” (sengaja ga difoto, karena udah banyak di google). Sebelum masuk ke dalam, seperti biasa kita disuruh mengisi buku tamu (dan memberikan komentar setelah kunjungan). Karena waktu gue kesini pas hari kerja, jadi tempatnya sepi. Alhasil gue minta temenin sama mas yang tugas disitu untuk nemenin. For your information, mas pemandunya yg nemenin gue saat itu orangnya masih muda, seru, lucu, detail dan ga terlalu kaku waktu ngejelasin peristiwanya (tapi abis itu gue lupa nanya namanya, jadi mending kalian kesana aja biar ga penasaran). Oiya biaya masuk disini GRATIS ya, bener-bener gratis bahkan tanpa embel-embel biaya parkir lhoo.. Continue reading “Wisata Sejarah di Jakarta: Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI Ahmad Yani”

Terima Kasih Januari

Vaylaaa!! Dua hari sudah kita memasuki bulan kedua di tahun 2017. Itu berarti 31 hari sudah tahun 2017 berlalu. Terasa begitu cepatkah? Yup! Satu kalimat untuk menggambarkan bulan Januari adalah… January is like I’m riding a roller coaster in the morning. (Perumpamaannya aneh banget ya? Iya biarkan saja efek pas lagi nulis ini puni sambil nonton video orang naik roller coaster). Kenapa gue pakai kata roller coaster? Dan apa persamaannya roller coaster dengan bulan Januari? You’ll find out the answer below 😀 Continue reading “Terima Kasih Januari”

Sang Pemilik Waktu

Malam ini, sesaat sebelum tidur aku menandai jadwal “bulanan-ku” pertama kalinya di tahun 2017. Kemudian reflek aku membalik lembaran ke bulan – bulan berikutnya. Sudah menjadi kebiasaan bagiku, setiap mendapat kalender baru aku langsung menandai tanggal – tanggal penting seperti ulang tahun keluarga, jadwal kuliah dan hari – hari penting lainnya.

Tibalah saat aku membuka lembaran bulan “itu”. Bulan dimana terdapat tanda ulang tahun seseorang yang bisa dibilang baru aku tambahkan namanya didalam daftar kalenderku. Seketika itu aku hanya terdiam. Entah kenapa dipikiranku langsung terbayang potongan lirik lagu “… Just how fast the night changes…” Continue reading “Sang Pemilik Waktu”

5K with KAI – RUN TO HERITAGE

Tanggal 28 September yang lalu, PT. KAI genap berusia 71 tahun. Dalam rangka merayakan hari jadinya, PT. KAI mengadakan acara berjudul KAI RUN TO HERITAGE. Seperti namanya “Run” sudah jelas acara ini adalah perlombaan lari dengan jarak 5000 m melewati jalanan di kota Bandung. Tak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan oleh Maliq & d’essentials. Wohooooo 🙌🙌

Continue reading “5K with KAI – RUN TO HERITAGE”

Side Job – Ngewarnain yuk!!!

Berawal dari niat mau beli Buku Kewirausahaan, akhirnya gue pergi ke Gramedia. Udah jadi kebiasaan kayaknya kalo udah di tokobuku itu gabisa yang namanya dateng nyari buku terus langsung bayar pasti ada menclok sana – menclok sini, baca ini baca itu, buka ini buka itu *eh #plisjangansalahfokus. Entah udah berapa buku yang udah gue bolak balik lembarannya, atau yang cuma gue liat doang covernya. 😀

Last minute sebelum bayar ke kasir, gue penasaran sama tumpukan buku yang rata – rata judulnya “coloring book or coloring doodle…” Buku mewarnai? Buat anak – anak? Tapi kok gambarnya kayak gak diperuntukkan buat anak – anak yaa? Akhirnya gue pilih satu buku yang gambarnya ga terlalu susah buat diwarnai cuss langsung bayar. Continue reading “Side Job – Ngewarnain yuk!!!”