Posted in My Story

EXPLORE JOGJA Part 1 – Embung Batara Sriten Gunungkidul Jogjakarta


So guys, here’s the sequel for my last post. Setelah dua hari berada di kampung halaman, silahturahmi ke tetangga sekitar dan belum sempet pergi ke tempat wisata manapun. Akhirnya, di sore hari gue diajak sepupu gue pergi ke suatu tempat wisata lokal yang baru di buka namanya Embung Batara Sriten.

Apa sih Embung Batara Sriten itu?

Embung Batara Sriten adalah sebuah lokasi wisata yang terletak di daerah Pilang Rejo, Gunungkidul, Jogjakarta. Tempat wisata ini baru diresmikan pada bulan Maret 2015 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono ke XI.

Embung Batara Sriten menawarkan dua tempat menarik untuk dikunjungi di dalamnya. Yang pertama adalah pesona Danau buatan yang sengaja dibuat oleh para warga sekitar untuk tujuan wisata. Tempat lainnya yang ditawarkan oleh tempat wisata ini adalah kita bisa menikmati pemandangan daerah Gunungkidul – Yogyakarta dari atas ketinggian 859 MDPL. Embung Batara ini banyak didatangi para pengunjung pada sore hari untuk melihat sunset dan pada malam hari pengunjung datang menginap untuk melihat sunrise pada esok harinya.

Kenapa kalau mau lihat sunrise harus nginep dulu sebelumnya? Emang gabisa dateng pagi2 aja yaa? Yak itulah pertanyaan yang muncul dalam benak gue saat diajak ke tempat ini, karena gue pikir akan lebih indah melihat sunrise kan? (Baca: akhirnya gue kesana sore hari dan masih kebagian sunsetnya)

Jawabannya adalah akses menuju Embung Batara Sriten yang tergolong masih agak susah. Berada 859 MDPL otomatis membutuhkan perjuangan yang lumayan ekstra untuk mencapai kesana. Setidaknya kita harus menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari desa Pilang Rejo, melewati jalanan dengan tanjakan dan turunan yang cukup curam. Pengalaman gue ke Embung Batara bersama keluarga adalah dengan menyewa mobil Bak terbuka (kita mah anti-mainstream orangnya) Tidak sembarangan mobil bisa sampai ke puncak, pengendara dan mobil harus benar – benar memahami medan (Baca: hafal track tanjakan dan turunannya yang curam). Oleh karena itu, kita menyewa mobil box milik mas Anggi (red) penduduk lokal yang kesehariannya memang memiliki tugas untuk mengantarkan pengujung menuju Embung Batara Sriten setiap harinya.

Buat kalian yang tertarik datang ke Embung Batara Sriten di Gunungkidul bisa juga menggunakan motor tapi satu hal yang terpenting adalah DILARANG KERAS MENGGUNAKAN MOTOR MATIC untuk menanjak sampai ke Embung Batara. Keselamatan adalah hal yang mendasari adanya larangan ini, kondisi rem dan  mesin motor matic yang lebih cepat panas mempengaruhi performa motor sehingga menimbulkan resiko terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan. Motor bebek dan teman – teman sekelasnya bisa menjadi pilihan kalian untuk mencapai Embung Batara Sriten seperti Sup*a X dan Vix*on.

So guys, here’s a little bit photo from my journey to Embung Batara Sriten. Fyi, gue berangkat  jam 4 sore dari rumah dan sampai di Embung Batara sekitar jam 5 dan Alhamdulillah yaa masih dapat kesempatan untuk melihat matahari yang mau kembali ke ufuknya #eaaaa

This slideshow requires JavaScript.

That’s a wrap for this chapter. I hope u guys enjoy my blog, and see u in the next sequel. XOXO

Author:

always trying to improve and enhance the quality of myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s