Posted in FCBarcelona, Football

Antara Gaza dan Barcelona


do not bring religion to football

Maybe FCBarcelona is my favorite football club. But is it wrong if I admire them? I like them just to see they’re playing the game. And I’m still doing my religion commands without following what they’re do. So please respect and appreciate each others.

Hello Bloggie, finally bisa nulis lagi setelah sekian lama tenggelam dalam rutinitas sehari hari yang terasa cepat tanpa jeda. But at this time, saya menyempatkan diri untuk menulis artikel ini yang udah lama tersimpan dibenak saya. Yang mengusik hati saya untuk berkomentar seputar peristiwa yang terjadi belakangan ini.

Sekitar sebulan belakangan ini, dunia lagi digemparkan dengan berita kembali memanasnya konflik di gaza. Entah sebuah kebetulan atau tidak, konflik ini memuncak bersamaan dengan gelaran piala dunia 2014 yang kemudian turut menyeret nama besar pemain sepak bola dunia. Ini contohnya…

sumbang

ALeqM5gRcf0Cs6CeKpp7hit8q0_UV5XSrQ

Konflik ini juga memunculkan nama satu klub sepak bola yang ‘katanya’ dekat dengan Israel.

Lionel+Messi+FC+Barcelona+Visit+West+Bank+7cxzaja_Wkdl

Mungkin bagi kalian yang sudah mengenal saya secara personal sudah mengetahui bahwa saya adalah seorang fans dari Klub Barcelona. Namun dalam artikel kali ini saya mencoba untuk senetral mungkin dalam menanggapi masalah yang saling berkaitan ini.

Berawal dari BBM salah satu adik kelas saya yang menanyakan:

“kak emang bener Messi itu yahudi?” awalnya saya hanya menjawab “gatau deh dek, isu itu mah udah lama terserah mau percaya apa engga” kemudian berlanjut dengan respon “yah galau kak, jadi bingung mau ngefans sama Messi apa engga” “loh emang kenapa? Kalo ngefans mah ngefans aja, emang ngaruh sama hal2 yang kayak gitu?” “tapi Pak *** bilang masa orang Islam ngefans sama orang Yahudi?”

Bicara tentang fans dan keyakinan, jujur menurut pribadi saya adalah dua hal yang berbeda.
Benar saya adalah orang Islam. Dan sebagai orang Islam, sosok yang wajib diidolakan adalah sosok Rasulullah saw sebagai contoh kita dalam berkehidupan. Benar juga bahwa sesama muslim kita harus mendukung dan membantu saudara kita sesama muslim di daerah konflik Gaza.
Namun disini saya terusik untuk berkomentar adalah “masa orang Islam ngefans sama orang Yahudi?”

Perlu di luruskan lagi, bahwa foto2 Messi beserta dengan jajaran petinggi klub dan pemain Barcelona yang berada di Israel merupakan bagian dari tour pra musim 2013 yang bernama FCBarcelona Peace Tour 2013 (3 – 4 Agustus 2013). Banyak media yang memberitakan bahwa Barcelona mendukung Israel, namun dapat dipastikan klub datang bukan untuk mendukung salah satu pihak saja (Israel) namun untuk mendamaikan keduanya. Kegiatan ini berlangsung di kedua daerah yang berseteru (Palestina & Israel) yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak pula. Berita selengkapnya baca disini.

Terlepas dari itu semua, kesimpulan dari artikel saya ini adalah..

Sebagai seorang Muslim, benar bahwa sosok yang patut diidolakan adalah Rasulullah saw. Tapi apakah salah bahwa kita memiliki sosok lain yang ‘difavoritkan’ untuk sekedar mengikuti dan mengetahui info dari sosok tersebut? Selama dalam konteks ‘wajar’. Wajar disini dalam artian tidak fanatic, sekedar menonton pertandingannya dan mengoleksi merchandisenya. Tidak untuk ‘meniru / mencontoh’ segala sesuatu yang dia lakukan. Dan kalau boleh saya mengutip salah satu ayat yang berbunyi “untuk mu agamamu, untukku agamaku.” Yang sudah menjadi makna tersurat untuk pernyataan saya diatas.

Sebagai seorang penonton dan penggemar sepak bola, saya pun merasa agak ‘jenuh’ dengan pemberitaan di media yang terlalu membahas tentang keagamaan suatu kubu. I mean, this is football. So please kindly, don’t bring religion to football. Disini kita hanya ingin menyaksikan para pemain yang bersatu dalam satu klub untuk berjuang memenangkan pertandingan. Come on guys! Wake up! Banyak hal yang bisa disatukan lewat sepak bola. Pesan moral, pesan kemanusiaan semuanya bisa tersampaikan lewat sepakbola. So please, jangan kaitkan olahraga yang sangat menarik ini kedalam hal – hal yang terlalu sensitive.

At least, Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada semua pihak, sekali lagi tulisan ini buat berdasarkan komentar saya secara pribadi dan bukan untuk melakukan pembelaan terhadap salah satu pihak.  Anyway, thanks to everybody who reads my article. Comments and suggestions are required. so guys, see you in the next post, keep writing and #ViscaBarca

@punpunni

Author:

always trying to improve and enhance the quality of myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s