Posted in indescribable

D.I.L.E.M.A


wpid-dilema.jpg

Kenapa dilema?

Mungkin itu kata yang tepat untuk mengungkapkan kondisi gue saat ini. kalo denger kata dilema pasti pada mikirnya “yaelah masih aja galau lo” “move on kali” tapi ternyata kali ini bukan gue dilema bukan karna masalah cinta, masa lalu atau teman2 sejenisnya. Ini tentang kenyataan dari sebuah kehidupan, gue lebih suka menyebutnya kehidupan dewasa. Kenapa gitu? Entah ini hanya dialami gue doang atau mungkin sebagian besar remaja yang baru menginjak masa dewasa merasakan hal yang sama.

Dewasa bukan dalam arti umur tapi dewasa dalam hal menempuh suatu fase kehidupan baru yang berubah 360 derajat.

Dari kecil hingga kurang lebih satu tahun yang lalu gue menghabiskan keseharian gue untuk sekolah, main, les dan belajar. Dan sekarang gue dihadapkan dengan keadaan yang menuntut focus dan konsentrasi lebih untuk diri gue pribadi. Yap gimana engga, pagi2 gue berangkat kerja sampe sore langsung lanjut kuliah. so what? Is it problem? NO mungkin dengan adanya postingan ini kalian yg baca berpikir gue ‘agak’ tertekan dengan rutinitas baru gue ini. But NO! I really enjoy my activity. I’m enthusiastic to go to the office and I love to go to the university. I swear!

But now, I just realize… 

Hidup itu ga Cuma mulus2 *lebay lo pun kayak ga pernah ada masalah aja sih lo* bukan itu..

Ketika kita harus menhadapi perasaan sedih se sedih2nya, nyesel se nyeselnya, minder, ga enak sama orang, cemburu, ngiri, gondok sama orang dan rasanya saat itu juga pengen teriaaakkk sekenceng kencengnya BUT YOU CAN’T!! saat itu bukan saatnya untuk mengeluh, merengek atau mengiba tapi kita diharuskan untuk mengikhlaskan, merelakan, memperbaiki diri, bersabar dan terus belajar.

Kenapa? Karena percayalah ujian terberat itu datangnya bukan dari orang lain tapi dari diri sendiri.  Itulah kenapa Allah tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan umatnya. Karena ternyata setiap masalah itu datangnya dari diri kita sendiri. We own our self.

“Saat orang lain coba untuk menjatuhkan diri kita saat itulah Tuhan menguji kita untuk bertarung melawan diri kita sendiri melawan titik terdalam dari tubuh kita titik pusat dari segala perbuatan kita yaitu HATI.”

Contohnyaaa…

  • Ketika orang merebut hak atau sesuatu yang seharusnya kita terima saat itulah kita harus mengikhlaskan.
  •  Ketika sesuatu hal menyebabkan kita kehilangan sesuatu yang kita sayangi, saat itulah kita harus merelakan.
  • Ketika orang lain mengkritik kita, saat itulah kita harus memperbaiki diri.

Dan pada setiap cobaan yang kita hadapi saat itulah kita harus libatkan kesabaran dan juga pembelajaran dari setiap kesalahan untuk cermin dimasa depan.

patience

Ketika kita dihadapkan kepada kondisi emosi yang memuncak disertai perasaan marah, kesal, dan bimbang yang bercampur jadi satu. Saat itulah kita harus menahan diri.

Menahan diri dari apa? Dari pikiran – pikiran negative yang muncul seketika saat emosi memuncak. Dari angan – angan tinggi yang muncul pula bersama emosi kita. Dari khayalan masa depan indah semata yang terlintas saat itu. cepat sadarlah! Semua yang kita pikirkan pada sama amarah itu HANYALAH angan2. Angan2 tidak akan menjadi nyata tanpa adanya usaha instrospeksi dari kita sendiri. Kenyataannya balik lagi lagi ke awal hidup itu ga selalu mulus. Kalo setiap kita emosi terus kita melaksanakan “bualan angan2 indah” itu sama aja kita kalah melawan diri kita sendiri. Mau sampe kapan sih nurutin emosi sesaat yang bahagianya juga pasti Cuma sesaat? Come on you should realize! You should wake up guys! Sampe kapan mau lari dari kenyataan dan gamau berusaha dan bersabar.

Remember! Hidup senang hidup bahagia hidup kaya raya itu ga hanya di dapat Cuma dengan itungan hari. Semuanya butuh proses, waktu, kerja keras, usaha, dan yang pasti KESABARAN.

Intinya yuk kita “jadilah pribadi yang selalu melibatkan KEIKHLASAN, KESABARAN dan INTROSPEKSI diri sendiri dalam setiap menjalani jejak kehidupan yang sesungguhnya baru di mulai ini”, guysss😀

 

Yaah mungkin itulah sedikit sisi lain dari gue yang ‘agak’ bijak. Entahlah gue kesambet setan apa bisa sampe sebijak itu. Mungkin banyak dari kata – kata diatas tadi yang kalian udah ga asing dengernya. Ya, gue pun begitu. Kata2 itu terlintas begitu aja di pikiran gue dan kemudian tulis disini. Niat awalnya pun untuk menyemangati diri sendiri yang lagi dalam kondisi dilema ini. dan TARAAAAAA jadilah postingan ini.. mungkin nanti yang baca bisa tergugah dan mendapat semangat baru untuk berjuang dlm hidup ini. *saiiiiik bahasa gue* *mulai lagi kan alignya pun*

Last but not least semoga ini ga jadi come back yang buruk buat gue y ang udah lama tenggelam dari dunia per-blogging-an ini. see ya soon bloggerssssss😉 and keep#ViscaBarca

Author:

always trying to improve and enhance the quality of myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s